Rabu, 28 November 2018

Kisah Malaikat Hadir di Majelis Zikir

Kisah Teladan Islami hadir lagi nih sahabat.
Ketahulah bahwa orang-orang yang gemar menghadiri majelis zikir, akan senantiasa disaksikan malaikat. Para malaikat tersebut akan mencatat orang-orang itu untuk dimintakan ampunan dosanya kepada Allah SWT.

Bagimana kisahnya?
Berikut kisahnya.

Telah diriwayatkan dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Allah Tabaraka Wa Taala mempunyai para malaikat yang ditugaskan mencari majelis zikir. Tiap kali mereka menjumpai majelis zikir, mereka akan duduk bersama orang-orang yang sedang zikir serta memanggil malaikat-malaikat yang lain. Mereka akan datang berkerumun mengelilingi orang-orang yang sedang zikir itu dengan sayap-sayap mereka sehingga memenuhi ruang antara mereka dan langit dunia."

Disebutkan bahwa, jika majelis zikir itu selesai, maka para malaikat akan naik kembali ke langit. Lalu Allah SWT bertanya kepada mereka,
"Wahai para malaikat-Ku, dari manakah kamu semua?"

Para malaikat berkata,
"Ya Tuhan kami, kami baru saja pulang dari memeriksa hamba-hambam-Mu di bumi, mereka bertasbih, takbir dan tahlil dan tahmid serta memohon kepadaMu."


Disampaikan Malaikat


Sebenarnya Allah SWT lebih mengetahui tentang perbuatan mereka dan semua makhluk ciptaan-Nya. Setelah Allah SWT mendengar kata-kata para malaikat-Nya, maka Allah SWT pun berfirman,
"Wahai para malaikatku, apakah yang mereka minta kepadaKu?"

Para malaikatpun kembali menjawab,
"Hamba-hambamu itu memohon surga dari-Mu."

Allah SWT bertanya lagi,
"Pernahkan mereka melihat akan surga itu?"
"Mereka tidak pernah melihat surga itu, "jawab para malaikat itu.

Kemudian Allah SWT berfirman,
"Hamba-hambaKu memohon surga padahal mereka tidak melihatnya, apalagi kalau mereka melihatnya."


Setelah itu para malaikat berkata lagi,
"Mereka juga memohon kebebasan."
Allah SWT bertanya, "Mohon kebebasan dari apa?"
Berkatalah malaikat," HambaMu itu memohon kepadaMu supaya mereka itu dibebaskan dari neraka Jahannam."

Allah SWT bertanya kepada malaikat,
"Pernahkan hambaKu itu melihat nerakaKu itu?"
Maka para malaikat berkata, "Tidak ya Allah."
Kemudian Allah SWT berfirman,
"Hamba-hambaKu tidak pernah melihat neraka Jahannam, tapi mereka memohon supaya dibebaskan darinya, apalagi kalau mereka melihatnya."

Kemudian para malaikat berkata lagi,
"Ya Allah, hambaMu itu memohon ampun kepadaMu."
Allah SWT berfirman,
"Dengarlah wahai para malaikatKu, Aku mengampuni mereka itu dan Aku akan memberi apa yang mereka minta dan membebaskan mereka dari api neraka yang mereka takuti itu."

Diampuni Allah SWT


Berkata malaikat lagi,
"Ya Allah, diantara mereka itu terdapat seorang hamba yang penuh dosa, dan dia duduk di majelis itu bersama mereka yang sedang zikir."

Allah SWT berfirman,
"Orang itu pun Aku ampuni, begitun juga dengan setiap orang yang terlibat dalam majelis zikir itu, tidak ada yang celaka."

Keutamaan Menghadiri Majelis Zikir


Menghadiri majelis zikir memang memiliki keutamaan tersendiri.

Sahabat Abu Lais ra berkata,
"Barang siapa yang duduk dengan orang alim dan dia tidak mampu untuk menghafal (mengerti) satu ilmu pun darinya (orang alim), maka dia akan mendapatkan tujuh keutamaan."

Apa saja keutamaan menghadiri majelis zikir?
Berikit fadhilahnya.

1. Dia mendapat keutamaan sebagai orang yang belajar.

2. Dia dijaga dari perbuatan dosa.

3. Turun kepadanya rahmat Allah SWT sejak dia keluar dari rumahnya.

4. Jika turun suatu rahmat kepada orang-orang yang hadir (majelis zikir), maka dia juga akan mendapat rahmat tersebut.

5. Dia tertulis sebagai orang-orang yang taat selama dia mendengarkan (pengajian).

6. Jika dia bosan karena tidak paham atas apa yang disampaikan mubaligh, maka kebosanannya akan menjadienghubung antara dia dengan Allah SWT.

7. Hatinya akan dijauhkan dari perbuatan fasik dan diisi dengan cinta terhadap ilmu.

Itulah ketujuh keutamaannya.

Jumat, 13 Januari 2017

Dialog Malaikat dan Pengusaha

Assalamu'alaikum wr.wb.
Pada kesempatan malam ini, blog kisah teladan islami akan mengambil tema tentang dialog, dan kali ini adalah dialog antara Malaikat dan seorang pengusaha.
Bagaimana dialog serta kisahnya bisa di simak di bawah ini.

Malaikat Maut

Kisahnya.
Ada seorang pengusaha sukses terjatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya. Malaikat memulai pembicaraan,

"Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia."
"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang ..." kata si pengusaha ini dengan yakinnya.

Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.
Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya, dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "Apakah besok pagi aku sudah pulih? Pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit."

Dengan lembut si Malaikat berkata,
"aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu."

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra-putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka.

Malaikat berkata,
"Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua, itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu."



Istri Pengusaha Berdoa.
Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 2:00 dini hari,
"Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik. Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapanMu. Tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri."

Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.
Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat. Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang.

Dengan setengah bergumam dia bertanya,
"Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"

Jawab si Malaikat,
"Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah."

Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata,
"Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu. Kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00."

Dengan terheran-heran dan tidak percaya,si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.

"Bukankah itu Panti Asuhan?" kata si pengusaha pelan.
"Benar, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri."




"Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu."

Sahabatku, cerita ini hanyalah sebuah gambaran agar kita lebih instropeksi diri. Saya membayangkan ketika diri saya mati nanti, apakah orang disekeliling saya akan kehilangan, atau sebaliknya mereka mengabaikan atas kematian saya, atau yang paling parah apakah mereka bersyukur malah?

Mari sahabatku, mumpung kita masih diberi umur, lakukanlah yang terbaik untuk orang-orang di sekitar kita, kaena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainnya.

Dan satu lagi, janganlah kita meremehkan sedekah, sesuai cerita diatas, justru sedekahnya yang menyelamatkan pengusaha tersebut.

Akhirnya, admin mengucapkan selamat menyambut tahun baru 2013, isilah malam tahun baru ini dengan kebaikan sahabatku.
Semoga bermanfaat.

Senin, 31 Oktober 2016

Jibril Membantu Malaikat Lainnya

Kisah islami teladan hadir kembali, kali ini dengan kisah malaikat. Malaikat Jibril terkenal akan kearifannya kepada sesama malaikat Allah SWT.

Dan pada suatu kesempatan, Jibril mendapati sesama teman malaikat, sayapnya lunglai karena patah. Setelahn ditanyakan penyebabnya, ternyata pernyebabnya karena malaikat tersebut tidak berdiri ketika Nabi Muhammad SAW berkunjung ke langit.

Malaikat yang tidak berdiri dan membaca shalawat Nabi, maka tiba-tiba saja, sayapnya tidak bisa digerakkan lagi alias lunglai.


Kejadiannya pad waktu isra mikraj. Setelah mendapatkan penjelasan dan menangkap penjelasan tersebut, Malaikat Jibril pun mencoba untuk memberikan pertolongan.

Jibril merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Akhirnya doa Jibril dikabulkan Allah SWT.




Allah SWT berfirman,
"Hai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas kekasihKu, Muhammad."

Kemudian Malaikat Jibril menyampaikan hal tersebut kepada malaikat yang sedang malang tadi, agar membaca shalawat pada Rasulullah SAW.

Sesuai dengan perintah Jibril, malaikat malang tersebut langsung membaca shalat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Pada akhirnya Allah SWT memberikan ampunan ke malaikat malang tersebut.





Kemudian Allah SWT menumbuhkan kembali sayap malaikat malang tadi dengan sekejap mata. Bukan itu saja, malaikat tersebut diangkat kembali menjadi penghuni di atas singgasana Allah SWT.

Sungguh betapa mulianya Nabi Muhammad SAW ini. Bukan hanya manusia saja, tapi malaikat yang tidak menghormatinya pasti akan diberikan azab yang menyiksa.

Sebagai seorang muslim, sudah seharusnyalah kita memperbanyak shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW.

Senin, 26 September 2016

Dialog Allah SWT dan Malaikat Izrail

Semua yang bernyawa akan merasakan mati. Setiap yang hidup pasti akan mati. Begitu juga dengan manusia. Kapankah? Itu semua adalah urusan Allah SWT. Allah SWT Maha Mengetahui.

Dalam kitab Tadzkirah karya agung Imam Al Qurthubi, dijelaskan bahwa ajal adalah rahasia Allah SWT. Namun begitu hal ini malah membuat malaikat maut menjadi menangis, dan terkadang malah tertawa.

Malaikat Izrail pernah menangis dan tertawa ketika mencabut nyawa manusia ini. Maka dari itu, Allah SWT mencoba berdialog dengan malaikat Izrail ini.

Allah SWT bertanya kepada Malaikat Izrail,
"Apakah kamu pernah menangis ketika kamu mencabut nyawa anak cucu Adam?"
"Aku pernah tertawa, prnah juga menangis dan pernah juga terkejut dan kaget."


Allah SWT bertanya,
"Apa yang membuatmu tertawa?"
"Ketika aku bersiap-siap untuk mencabut nyawa seseorang, aku melihatnya berkata kepada pembuat sepatu, 'Buatlah sepatu sebaik mungkin supaya bisa dipakai selama setahun."
"Aku tertawa karena belum sempat orang tersebut memakai sepatu, dia sudah kucabut nyawanya," tutur Malaikat Izrail.




Allah SWT bertanya lagi,
"Apa yang membuatmu menangis?"
"Aku menangis ketika hendak mencabut nyawa seorang wanita hamil di tengah padang pasir yang tandus dan hendak melahirkan. Maka aku menunggunya sampai bayinya lahir. Lantas kucabut nyawanya sambil menangis karena mendengar tangisan bayi yang malang tersebut."





Allah SWT bertanya,
"Apa yang membuatmu kaget dan terkejut?"
"Aku terkejut dan kaget ketika hendak mencabut nyawa salah seorang ulama Engkau. Aku melihat cahaya yang terang benderang keluar dari kamarnya."
"Setiap kali aku mendakitnya, cahaya itu semakin menyilaukan seolah-olah ingin mengusirku. Kemudian kucabut nyawanya disertai cahaya terang benderang tersebut," jelas malaikat selanjutnya.

Minggu, 06 September 2015

Kisah Orang Mati Hidup Lagi

Semua yang namanya makhluk pasti akan merasakan mati. Tapi hampir semua makhluk pasti takut akan datangnya mati. Bahkan bertemu malaikat maut pun merasa ketakutan.

Malaikat maut datang menjumpai makhluk untuk mencabut nyawa, semuanya atas perintah Allah SWT. Tak pernah sekalipun malaikat maut bertindak atas kemauaan sendiri.


Sering kita membaca berita yang heboh dan menghebohkan dimana ada orang yang mati, tapi bisa hidup kembali. Bukannya orang tersebut sakti, namun semua adalah sudah Kehendak Allah SWT.

Kisah orang mati lalu hidup lagi sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu kala, sebelum Nabi Musa as.

Ini ada kisah yang mengejutkan, orang ingin segera mati dengan tujuan agar lebih beriman kepada Allah SWT. Siapakah dia?
Dialah Nabi Idris as.

Kisahnya


Beliau, Nabi Idris as adalah seorang yang sanat alim dan dia senang bersahabat dengan malaikat Maut. Persahabatannya tersebut dilandaskan karena sama-sama iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pada suatu hari, Nabi Idris as berkata kepada Malaikat Izrail,
"Wahai sahabatku, sebenarnya saya ingin sekali segera mati karena sayaingin merasakan bagaimana sakitnya ketika nyawa dicabut, agar keimanan saya bertambah."





"Wahai Nabiyullah, belum saatnya engkau mati, "ucap Malaikat Maut.

"Sesudah aku merasakan mati, kemudian berdoalah kepada Allah SWT agar saya diizinkan hidup kembali seperti sedia kala, "ujar Nabi Idris tanpa menghiraukan ucapan Malaikat Maut.

Mendengar penuturan Nabi Idris as tersebut, Malaikat Maut menjelaskan bahwa dirinya belum pernah mencabut nyawa sekakipun tanpa perintah Allah SWT.

Mati Hidup Lagi


Allah Maha Mendengar. Allah Maha Mengetahui.

Setelah itu, tiba-tiba saja turunlah wahyu dari Allah SWT untuk mencabut nyawa Nabi Idris as.

Maka dicabutlah nyawa Nabi Idris as. Kematian Nabi Idris as telah membuat Malaikat Maut meraa amat sedih karena telah kehilangan sahabat karibnya itu.




Dalam kesedihannya, Malaikat Maut berdoa kepada Allah SWT agar Nabi Idris as dihidupkan kembali. Allah SWT mengabulkan doanya.

Dalam sekejap, Nabi Idris as hidup kembali.

Nabi Idris as kemudia berkata,
"Wahai sahabatku! Saya mengucapkan terima kasih kepadamu karena doamulah yang menyebabkan saya dihidupkan kembali oleh Allah SWT."

Demikianlah, Nabi Idris as bisa hidup kembali setelah mati.

Selang waktu berganti, beliau tetap alim dan menyebarkan agama Allah SWT di atas bumi. Dan pada waktunya nanti, beliau benar-benar dicabut nyawanya dan ditempatkan di surga.

Wallahu A'lam...

Senin, 09 Februari 2015

Ternyata Malaikat Diberi Nafsu

Diceritakan bahwa paad saat malaikat iri melihat Nabi Adam as hendak diturunkan ke bumi untuk menjadi khalifah (pemimpin) di bumi.

"Wahai Rabbku, apakah Engkau hendak menjadikan (khalifah) di muka bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau? "protes malaikat yang merasa sebagai makhluk yang paling mulia.

Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 102,
"....Dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut...."

"Keberadaan manusia yang diberi nafsu oleh Allah SWT sempat diprote malaikat. Akhirnya kemudian kedua malaikat itu diberi nafsu juga, namun setelah dituruti ternyata dua malaikat tersebut tidak mampu mengemban amanat."

Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Protes Malaikat


Malaikat terus saja protes. Mereka menginginkan bahwa dirinyalah yang pantas di utus sebagai khalifah di bumi.
"Wahai Rabb kami, kami lebih taat kepadamu daripada Bani Adam."
Allah SWT berkata kepada mereka,
"Datnagkan kepadaku dua malaikat dari malaikat-malaikat yang ada sehingga keduanya diturunkan ke bumi dan kita lihat bagaimana keduanya nanti berbuat?"
"Wahai Rabb kami, turunkanlah Harut dan Marut."

Allah SWT memenuhi permintaan para malaikat, setelah kedua malaikat tadi dipersenjatai dengan nafsu, maka mereka diturunkan ke bumi sebagaimana manusia. Keduanya diperintahkan Allah SWT untuk senantiasa menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya, dilarang membunuh manusia yang diharamkan, memakan harta haram, mencuri, berzina dan meminum khamar.

Keduanya tinggal di bumi selama beberapa tahun bersama manusia dengan benar.




Ketika Malaikat Bertemu Gadis Cantuk


Namun, pada suatu zaman, mereka melihat seorang wanita yang kecantikannya sangat termasyur di kalangan manusia. Bencana datang, kedua malaikat itu sama-sama ingin memiliki wanita tersebut. Wanita itu mau dengan satu syarat, yaitu menyembah berhala dan pindak ke agamanya.

"Kami tidak punya keinginan untuk menyembah berhala, "kata kedua malaikat itu yang menolak mentah-mentah.
Setelah itu, kedua malaikat tadi berlalu dan menyembah Allah SWT. Ketika wanita cantik itu melihat dua laki-laki itu tetap tidak mau pindah agama, si wanita tak mau menyerah begitu saja.

Maka dihampirinya malaikat itu dan berkata,
"Jika kalian tetap menolak, maka pilihlah salah satu diantara tiga ini, kalian menyembah berhala, membunuh manusia atau minum khamar."

Pilih Azab Dunia

Setelah berunding, akhirnya keduanya memilih pilihan yang ketiga yaitu meminum khamar. Mereka meminumnya hingga mabuk dan setelah itu mereka berzina dengan wanita itu. Pada saat mereka melakukan perbuatan zina, ada seorang laki-laki lewat di hadapannya.

Karena keduanya khawatir bahwa orang itu akan menyebarluaskan apa yang dilihatnya, akhirnya kedua malaikat itu membunuhnya juga di depan wanita cantik tadi.






Begitu mereka sadar dari mabuknya, keduanya menyadari akan kesalahan perbuatannya dan ingin segera kembali naik ke langit, namun mereka tak bisa melakukannya. Seperti ada tabir rahasia yang menghalangi mereka untuk naik ke atas langit dengan kedua malaikat pemabuk itu.

Setelah kesalahan yang meni,pa kedua malaikat itu, terdengar suara,
"Sekarang pilihlah, azab dunia atau azab akhirat."

Keduanya memutuskan untuk diazab dunia dan ditempatkan di negeri Babil dan diazab dengan kedua kaki terikat. Keduanya selalu berkata,
"Azab dunia akan berakhir, sedangkan azab akhirat tidak akan pernah berakhir."

Begitulah ketika malaikat saja yang sudah lama selalu memuji Allah SWT, tapi setelah diberi nafsu, akhirnya menympang juga. Kalau menurut riwayat, kedua malaikat Harut dan Marut itu masih hidup hingga sekarang sebagai bukti kepada para malaikat lain, dan baru mengerti semua Allah yang Maha Mengetahui.

Selasa, 06 Januari 2015

Bisikan Gaib Malaikat

Pada suatu ketika, ada orang Yahudi naik ke atap rumah dan dia membawa sebongkah batu besar untuk dilemparkan kepada Rasulullah SAW yang akan melintas. Namun, ternyata ada maliaikat yang lebih dulu mengabarkan niat jahat tersebut sehingga selamarlah Rasulullah SAW dari ancaman musuh.

Kisahnya

Ada beberapa orang Yahudi yang tinggal di sekitar Madinah dan salah satu di antara mereka adalah Bani Nadir yang artinya "Anak-anak Nadir". Suku ini terkenal dengan kekayaannya, mereka hidup dengan ternak mereka yang besar dan kuat.

Pada masa lalu, mereka sudah membuat kesepakatan bersama Rasulullah SAW untuk tinggal bersama-sama secara damai dan tidak membuat masalah. Namun, belakangan ini mereka melanggar kesepakatan tersebut dengan bersekongkol dengan musuh-musuh Nabi. Rasulullah SAW sudah mendengar berita ini, namun beliau tetap tenang.

Beliau lalu mengajak sahabat-sahabatnya untuk menemui mereka. Rasulullah SAW menyukai orang yang memenuhi janji, sedangkan kepada mereka yang tidak menepati janjinya, beliau akan memberikan peringatan dengan lembut. Rasulullah selalu mencari kedamaian dan persaudaraan.

Berbuat Makar


Ketika itu, orang-orang Yahudi menyambut Rasulullah SAW dengan hangat. Mereka tersenyum dan memuji beliau meski pada kenyatannya tidak begitu. Rasulullah SAW bersama beberapa sahabat duduk di jalan dan bersandar di dinding. Beberapa orang yang licik melihat hal itu sebagai sebuah kesempatan.





"Ini adalah saat yang tepat untuk membunuh Muhammad! Ayo naik ke atap rumah itu, lalu kita jatuhkan batu ke arahnya. Dengan begitu kita bisa menyingkirkannya,"bisik mereka kepada temannya.
"Tapi siapa yang akan melakukannya?" tanya mereka.
"Aku akan melakukannya," kata lelaki jahat yang baru datang.
"Kalau kalian melakukan itu, Allah akan memberitahukannya dan berarti kalian melanggar perjanjian damai yang sudah kalian tanda tangani dengannya. Tolong hentikan rencana itu, "kata salah seorang Yahudi terpelajar memperingati mereka.

Namun orang-orang jahat itu tidak mengindahkannya sama sekali. Kemudian mereka mengambil sebongkah batu dan memanjat atap rumah itu. Mereka berencana akan menjatuhkannya ke arah Rasulullah SAW. Tapi Allah SWTYang Maha Tinggi tentu saja tidak ingin Nabi-Nya masuk dalam perangkap itu. Melalui Malaikat Jibril, Allah SWT memberitahukan rencana tersebut kepada Nabi.

Begitu mendapatkan berita itu, Rasulullah SAW langsung meninggalkan tempat itu tanpa meninjukkan kekhawatiran ataupun rasa takut. Itulah cara Allah SWT Maha Tinggi menyelamatkan Nabi-Nya dengan cepat.

Kabar dari Malaikat


Setelah Rasulullah SAW pergi, salah seorang di antara mereka yang berda di tempat itu berkata kepada yang lainnya,
"Kalian tahu kenapa dia tiba-tiba berdiri lalu pergi?"
"Dia sudah diberitahu tentang rencana kalian, "ucapnya.
"Bagaimana kamu tahu akan hal itu?" tanya mereka.
"Dia itu Nabi. Semua tanda yang ada padanya sudah tertera dalam Al Qur'an. Dia itu nabi yang terakhir dan itu sudah jelas."



"Baiklah, lalu apa saranmu?" ucap mereka.
"Terimalah Islam. Bergabunglah dengan para sahabat Muhammad SAW. Dengan begitu, kalian akan bisa menyelamatkan diri kalian dan anak-anak kalian," ucap pria itu.
"Tidak. Kami tidak akan pernah meninggalkan jalan kami," bantah mereka.

Setelah itu Rasulullah SAW memberikan waktu 10 hari kepada Bani Nadir untuk memperbaharui perjanjian di antara mereka. Akan tetapi, mereka tidak mau memikirkannya sehingga Rasulullah dan bala tentaranya pun mengepung benteng mereka yang pada akhirnya Yahudi menyerah.

Rasulullah SAW tidak menyakiti satu pun dari mereka akan tetapi mereka diminta meninggalkan tempat itu meuju tempat yang lain. Dengan begitu mereka tidak akan bisa membuat makar lagi kepada kaum muslim. Bani Nadir kemudian memuat barang-barang mereka ke atas punggung unta dan pergi ke Khaibar, tempat orang-orang Yahudi lain tinggal.

Senin, 20 Oktober 2014

Kisah Malaikat Izrail Mencabut Nyawanya Sendiri

Assalamu'alaikum wr. wb sahabat..

Pada pagi hari ini ingin berkisah tentang malaikat, seorang malaikat disuruh Allah SWT untuk mencabut nyawanya sendiri.
Bagaimanakah rasanya jika si pencabut nyawa mencabut nyawanya sendiri?
Kenapa tidak dicabut oleh malaikat Izrail? ya karena yang dicabut nyawanya adalah ya malaikat izrail itu sendiri. Karena begitu taatnya malaikat kepada Allah SWT, maka dicabut jualah nyawanya sendiri itu.
Bagaimana Kisahnya...

Malaikat

KISAHNYA.
Adalah Malaikat Izrail yang telah diberi tugas oleh Allah SWT sebagai malaikat pencabut nyawa. Kelak pada saat Malaikat Israfil yang bertugas meniup terompet sangkakala, maka nanti kiamat akan terjadi. Saat itu semua yang hidup akan mati.

Hari itu kiamat telah tiba, dan sang sangkakala pun ditiuplah sebanyak tiga kali.
  • Tiupan pertama untuk menakuti siapa saja yang hidup.
  • Tiupan kedua untuk mematikan segala makhluk yang ada di bumi.
  • Tiupan ketiga untuk membangkitkan segala yang mati.




Nah, pada saat sangkakala ditiup oleh malikat Israfil, maka matilah semua makhluk, kecuali:
1. Malaikat Jibril.
2. Malaikat Izrail.
3. Malaikat Israfil.
4. Hamalatul Arsy.

Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat Izrail untuk mencabut roh-roh semua malaikat-malaikat di atas. Dan malaikat Izrail melaksanakan perintah Allah SWT tersebut.

Malaikat IZRAIL Menjerit dengan Keras.
Setelah ketiga malaikat tadi sudah dicabut, giliran Malaikat Izrail, hanya ada Allah SWT dan malaikat Izrail saja setelah itu.

Allah SWT berfirman,
"Hai Malakulmaut (malaikat izrail), tidakkah kamu mendengar FirmanKu, Kullu Nafsin Dza'iqatul maut, tidakkah engkau tahu setiap yang bernyawa itu akan merasakan mati."



Allah SWT berfirman lagi,
"Aku jadikan engkau untuk tugas itu dan engkau juga harus mati."

Dalam riwayat lain diceritakan bahwa ketika Allah SWT memerintahkan Malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya sendiri. Maka pergilah Malaikat Izrail ke sebuah tempat antara surga dan neraka. DI tempat itulah Malaikat Izrail mencabut rohnya sendiri.

Saat rohnya dicabut, maka menjeritlah Malaikat Izrail dengan sangat keras, bahkan dengan jeritannya itu bila masih ada makhluk yang hidup, maka dia akan binasa, karena jeritannya super dahsyat.

Malaikat Izrail berkata,
"Kalaulah aku tahu bagaimana sakitnya saat roh dicabut, maka aku sudah barang tentu akan mencabut roh orang-orang mukmin dengan cara yang paling lembut sekali."

Setelah Malaikat Izrail mati, maka tinggal Allah SWT sajalah yang Maha Berdiri, Maha Esa, Maha Berkuasa, Maha dan Maha lainnya.

Manusia Dibangkitakan.
Nah, setelah hanya Allah SWT saja yang jumeneng, maka Allah SWT kemudian menghidupkan Malaikat Israfil dan Hamalatul Arsy. Allah SWT memerintahkan Malaikat Israfil untuk meletakkan terompet sangkakala di mulutnya, menunggu perintah Yang Maha Kuasa selanjutnya (belum ditiup).
Kemudian malaikat ketiga yang dihidupkan Allah SWT adalah Malaikat Jibril, dan yang keempat Malaikat Mikail. Dan setelah Malaikat Jibril dan Mikail dihidupkan

Allah SWT memerintahkan Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail untuk pergi ke makam Rasulullah SAW dengan membawa perhiasan-perhiasan dari surga dengan mengendarai BUROQ (Sejenis hewan tunggangan Rasulullah SAW pada saat Isra' Mi'raj).
Kemudian Allah SWT menghidupkan Nabi Muhammad SAW, barulah kemudian semua manusia dihidupkan.

Semua manusia keluar dari dalam perut bumi dalam keadaan telanjang bulat, berjalan menuju Tuhan mereka. Kemudian mereka (manusia) berhenti di suatu tempat selama 70 tahun dan Allah SWT membiarkan mereka. Hanya isak tangis, banjir air mata hingga sampai mulut manusia itu sendiri.
(Riwayat Abu Hurairah ra).

Tambahan:
Aku merasa, beruntunglah kita umat Nabi Muhammad SAW karena Beliau telah membocorkan rahasia ini kepada umatnya. Dan ucapan Rasulullah SAW adalah selalu benar kan. Ayo persiapkan diri kita sendiri masing-masing, aku ulangi masing-masing, karena tiada penolong di pemberhentian 70 tahun itu selain amal ibadah kita selama hidup di dunia ini.)

Rabu, 15 Oktober 2014

Sayap Malaikat Dipatahkan dan Diasingkan di Bumi

Assalamu'alaikum wr. wb.

Selamat sore para pwmbaca sekalian. Sudah sebulan waktunya blog Kisah Teladan Islami ini untuk menambah jumlah postingan. Dan kali ini berjudul Sayap Malaikat Dipatahkan dan diasingkan di bumi karena kelalaiannya untuk tidak berdiri menyambut kedatangan kekasih Allah SWT.

Ketika Rasulullah SAW melakukan perjalanan Isra. Mi'raj ke Sidratul Muntaha, terdapat satu malaikat yang enggan menghormati kedatangan Rasulullah SAW. Akibatnya ia dihukum, kedua sayapnya dipatahkan dan diasingkan di atas gunung. Seru dan menarik penuh hikmah untuk disimak ceritanya.

Kisahnya

Di dalam KitabMukasyafatul Qulub kaya Hujjatul Islam Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammas dikisahkan tentang hukuman malaikat yang terbukti enggan menghormati kedatangan Rasulullah SAW.

Ketika itu tengah terjadi peristiwa Isar Mi'raj atau perjalanan Rasulullah SAW menuju Sidratul Muntaha untuk menerima perintah shalat. Di saat itu Rasulullah SAW melintasi langit, terdapat 70 ribu malaikat di langit yang berbaris dan melayaninya. Mereka begitu hormat atas kedatangan Rasulullah SAW. Akan tetapi, ada satu malaikat yang enggan memberi hormat. Malaikat itu bahkan tidak berdiri saat Rasulullah SAW melintasi langit.

Maka Allah SWT kemudian menghukum malaikat tersebut dengan mematahkan kedua sayapnya. Tidak hanya itu saja, malaikat nakal itu juga diasingkan di bumi dan ditempatkan di atas sebuah gunung yang tinggi. Di tempat itu malaikat yang satu ini hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya.

Diasaingkan di Atas Gunung

Keberadaan malaikat yang dihukum tersebut diketahui oleh Rasulullah SAW saat mendapatkan laporan dari Malaikat Jibril as. Kepada beliau, Malaikat Jibril berkata,
"Ya Rasulullah SAW, aku telah melihat ada seorang malaikat langit berada di atas singgasananya. Di sekitarnya terdapat 70.000 malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya, Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat. Dan sekarang ini kulihat malaikat itu berada di atas Gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah dan sedang menangis."




Malaikat Jibril lantas mengatakan bahwa suatu hari malaikat yang malang itu melihat kehadiran Malaikat Jibril. Sambil menangis, malaikat itu meminta pertolongan.
"Adakah engkau mau menolongku wahai Jibril?" tanya malaikat malang tersebut.
"Apa salahmu?" tanya Malaikat Jibril.
"Ketika aku berada di atas singgasana pada malan Israk Mikraj, lewatlah padaku Muhammad, kekasih Allah SWT. Lalu aku tidak berdiri menyambutnya dan Allah menghukumku dengan hukuman ini, serta menempatkanku di sini seperti yang engkau lihat," jelas malaikat malang itu yang terus menerus menangis dan menyesali perbuatannya.

Mendapat Ampunan Allah SWT

Setelah menangkap penjelasan itu, Malaikat Jibril pun mencoba untuk memberikan pertolongan dengan merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Maka Allah SWT berfirman,
"Hai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas kekasihKu, Muhammad SAW."

Kemudian Malaikat Jibril menyampaikah hal itu kepada malaikat malang tersebut agar membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Sesuai dengan perintah Jibril, malaikat malang tersebut langsung membaca shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW hingga akhirnya Allah SWT memberikan ampunan kepadanya.

Allah SWT kemudian menumbuhkan kembali kedua sayapnya serta menempatkannya kembali di atas singgasananya.

Sebagai orang muslim, sudah seharusnya kita memperbanyak shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW. Selain sebagai bukti cinta kita kepada beliau, bacaan shalawat juga bernilai pahala serta memiliki banyak sekali keutamaan.




Bahkan dalam Al Qur'an, Allah SWT telah memerintahkan agar kita senantiasa membaca shalawat.

Allah SWT berfirman,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya[1230]."

Penjelasan:
[1229] Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari Malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad.
[1230] Dengan mengucapkan Perkataan seperti:Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi.

Itulah Kisah Malaikat di Kisah Telada Islami ini.
Semoga bermanfaat bagi semuanya.
Wassalamu'alaikum wr.wb.